| Nama : Hortensia Raine Leblanc Asrama : Hufflepuff Siswa : OWL/ Jawaban: 1. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip dasar transkripsi Rune! a. Pikirkan bagaimana harus melafalkan suatu kata. Apa huruf yang harus dibunyikan, dan apa yang tidak. b. Tidak ada huruf ganda. Huruf ganda ditulis sebagai satu huruf. Kalau ada dua huruf yang sama berurutan, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah huruf awal untuk kata berikutnya. c. Huruf yang tidak disuarakan tidak boleh ditulis. Lewati saja dia. d. Tidak ada spasi maupun tanda baca. e. Hati-hati dengan diftong. Diftong yang Rune ekuivalennya ada dalam tabel, harus ditulis menggunakan Rune tersebut. Jika tak ada ekuivalennya, ada beberapa pilihan: menulis dengan dua Rune yang membentuk bunyi diftong itu, atau menulis dengan Rune yang bunyinya paling mendekati. Sedikit pengecualian: CH ditulis dengan Rune Kenaz-Jera. 2. Jika terdapat huruf-huruf 'Y', 'V', dan 'CH' dalam suatu teks Latin, apa Rune-Rune yang ekivalen dengan huruf-huruf tersebut? Mengapa bisa demikian? Y = J = Jera V = W = Wunjo CH = Kenaz-Jera Dibaca begitu karena tidak ada Rune dengan huruf awalan Y, V, dan CH. Lagipula, masing-masing pelafalan dan penggunaan beberapa huruf seperti Y dengan J, V dengan W, hampir sama. Sementara untuk CH adalah pengecualian karena tak ada diftong yang mewakilinya. 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'merkstave' dalam runecasting! Apa perbedaannya dengan 'reversed'? Merkstave adalah arti/interpretasi yang merupakan lawan/kebalikan dari maksud sebenarnya dari sebuah rune dalam pembacaan. Reversed adalah posisi terbalik/upside-down (bagian atas menjadi bawah dan sebaliknya), namun rune tetap menghadap ke atas, sebuah rune saat melakukan ramalan dengan rune. Namun beberapa mengatakan bahwa merskstave sama artinya dengan reversed. 4. Apa yang dimaksud dengan Aettir dalam Rune? Ada berapa Aett dalam Elder Futhark? Sebutkan! Aettir merupakan kelompok alfabet Rune Elder Futhark yang masing-masing Aett terdiri dari 8 Rune. Terdapat tiga Aett dalam Elder Futhark: Freyja’s Aett, Hagal’s Aett, dan Tyr’s Aett. 5. Sebutkan hal-hal yang dilambangkan (arti/simbol, red.) oleh Rune-Rune di bawah ini : a. Hagalaz: Hujan Es, senjata. Kekuatan yang tak terkendali (Merkstave: Bencana) b. Ansuz: Dewa, Odin. Pengetahuan, kebijaksanaan, komunikasi, sebuah pesan. (Merkstave: salah paham) c. Isa: Es. Tantangan (Merkstave: Ilusi) d. Laguz: Air. Kehidupan (Merkstave: Layu) e. Sowilo: Matahari. Keutuhan, cahaya, energi. Kemenangan. Penemuan, penyingkapan. (Merkstave: kesuksesan palsu) 6. Transkripsikan teks-teks Runic di bawah ini ke dalam teks Latin: a. Ehwaz - Dagaz - Uruz - Kenaz - Ansuz - Tiwaz - Isa - Othala - Nauthiz - Mannaz - Ansuz - Dagaz - Uruz - Sowilo - Wunjo - Ansuz - Tiwaz - Wunjo - Ehwaz - Ansuz - Raidho Education made us wat wear b. Berkano - Ehwaz - Kenaz - Isa - Nauthiz - Dagaz - Fehu - Othala - Raidho - Ehwaz - Wunjo - Ehwaz - Raidho - Jera - Othala - Nauthiz - Jera - Uruz - Mannaz - Tiwaz - Isa - Sowilo - Fehu - Isa - Tiwaz - Isa - Ingwaz - Ansuz - Hagalaz - Ansuz - Mannaz - Berkano - Ansuz - Tiwaz - Laguz Be kind for everyone you meet is fitting a hard battle c. Isa - Tiwaz - Isa - Sowilo - Mannaz - Ansuz - Dagaz - Nauthiz - Ehwaz - Sowilo - Fehu - Othala - Raidho - Ansuz - Sowilo - Hagalaz - Ehwaz - Perthro - Tiwaz - Othala - Tiwaz - Ansuz - Kenaz - Perthro - Ehwaz - Ansuz - Sowilo - Wunjo - Isa - Thurisaz - Ansuz - Wunjo - Othala - Laguz - Fehu It is madness for a sheep to take peas with a wolf 7. Jelaskan makna/arti mendalam dari Rune-Rune di bawah ini, baik tegak, terbalik, atau merkstave: a. Berkano: (tegak) Kelahiran kembali (merkstave/terbalik) kesembronoan b. Ehwaz: (tegak) pertahanan (merkstave/terbalik) kehancuran. c. Nauthiz: (tegak) kelangsungan hidup (merkstave/terbalik) kelaparan d. Thiwaz: (tegak) kemenangan (merkstave/terbalik) konflik e. Algiz: (tegak) perlindungan. (merkstave) kelengahan. (terbalik) bahaya tersembunyi. 8. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dasar runecasting! Hal dasar yang paling dasar dalam runecasting ialah rileks dan fokus pada permasalahan yang akan diramalkan. Pendar lilin akan membuat situasi saat runecasting menjadi semakin kondusif. Kemudian bentangkan sebuah kain putih--biasa disebut The Field--yang menggambarkan dunia di mana seseorang tinggal. Pada pola runecasting, keping rune diurutkan dari kanan ke kiri, melambangkan masa lalu, masa kini, dan masa depan beturut-turut. Posisi yang paling dekat kepada caster menggambarkan masalah, sedangkan yang paling jauh menggambarkan hasil. Di tengah-tengah menggambarkan kebutuhan dan apa yang harus dilakukan. Lalu langkah-langkah dasar runecasting adalah sebagai berikut: 1. masukkan kepingan-kepingan Rune ke dalam sebuah kantung gelap. Acak Rune tersebut dengan tangan yang biasa anda gunakan untuk menulis. 2. Ambil salah satu Rune secara alami (tanpa dilihat) 3. Tempatkan sesuai pola yang anda gunakan dan aturan dasar ’kiri-kanan dekat-jauh’. 4. Taruh di atas The Field sebagaimana anda mengambilnya saat masih di kantung tadi. 5. Interpretasikan menurut posisi masing-masing Rune. 9. Mengapa ketika runecasting, kita harus meminimalisasi cahaya yang masuk ke ruangan? Bagaimana sebenarnya kondisi yang paling tepat untuk runecasting? (Jelaskan secara terperinci, jika memungkinkan) Agar distraksi dari dunia luar dan kewajiban sehari-hari tidak mengganggu anda. Sebuah tempat yang tenang, temaram, dan tertutup agar tidak ada yang bisa mengganggu anda. Lilin--seperti sudah saya tulis di atas--dapat membuat suasana runecasting semakin kondusif. 10. Jelaskan mengenai runecasting menggunakan pola Casting The Norns! Ada berapa rune yang harus diambil dengan pola tersebut? Apa yang dilambangkan oleh masing-masing rune? Tiga Rune. Norns adalah tiga dewi takdir dalam mitologi Norse. Kanan ke kiri melambangkan: Urd--masa lalu dari sebuah situasi, Verdandi--masa kini, dan Skuld--masa depan jika tidak berubah pikiran melakukan yang sedang ditempuh saat kini. 11. Sebutkan minimal dua pola runecasting yang Anda ketahui selain Odin's Rune dan Casting The Norns, dan jelaskan mengenai pola tersebut secara singkat. Freya's Nine World : Pola ini umumnya terlihat sangat feministik, juga sangat berkaitan dengan aspek religius dari sebuah interpretasi dan juga masalah duniawi yang sangat berhubungan dengan kita. The Runic Cross : Pola yang cocok untuk analisis mendalam tentang suatu masalah. Bentuknya sangat mirip dengan pola Celtic Cross pada pembacaan kartu tarot. Pola ini menggunakan enam rune dengan bentuk seperti salib. 12. Rune, selain melambangkan sesuatu, juga memiliki makna tertentu. Adakah kaitan antara lambang dengan makna Rune? Jelaskan dan beri contoh! Rune sebenarnya berasal dari kata-kata/aksara kuno yang dapat berarti dewa/dewi, hewan dan fitur alam. Maka Rune tidak dapat mengatakan maknanya dengan kalimat-kalimat panjang, melainkan simbol-simbol sederhana yang dilambangkan oleh objek-objek tertentu dalam Rune. Misalkan saja huruf Hagalaz, di mana bentuknya yang menyerupai hujan es ataupun sebuah senjata. Huruf Hagalaz sering sekali diukirkan pada senjata-senjata sebagaimana arti gambar itu sendiri. |
Labels: OWL